6 Tips Ampuh Lolos Uji Emisi Gas Buang Kendaraan

tips lolos uji emisi gas buang kendaraan

Bagi Anda yang belum tahu, lulus uji emisi pada kendaraan diwajibkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hal tersebut terdapat pada Peraturan Gubernur DKI Jakarta no. 66 tahun 2020 tentang Uji Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor. Peraturan ini juga sudah diberlakukan sejak 24 Januari 2021 di DKI Jakarta.

Jika Anda yang memiliki kendaraan berusia tiga tahun atau lebih, maka diwajibkan untuk melakukan uji emisi. Kalau tidak, Anda berkemungkinan besar akan mendapatkan sanksi, yaitu mendapatkan tarif tertinggi untuk parkir atau disinsentif bahkan tilang.

Lantas, apa syarat utama agar kendaraan yang Anda miliki lulus uji emisi?

Yang paling inti adalah perawatan dan sistem pembakaran pada bahan bakar. Hal ini pun bisa dikatakan berbagai. Pasalnya, ketentuan ambang batas emisi gas buang kendaraan bermotor juga berbeda-beda sesuai dengan tahun produksi kendaraan sebab kadar CO2 yang dikeluarkan juga berbeda-beda.

Namun, Anda tidak perlu khawatir, berikut 6 tips agar lolos uji emisi gas buang kendaraan. Apa saja? Mari disimak baik-baik!

1. Pastikan Saluran Masuk Bahan Bakar dan Filter Udara dalam Keadaan Bersih

Jika saluran bahan bakar dan filter udara berada dalam keadaan yang kotor, maka aliran udara yang masuk ke mesin akan terhambat, sehingga angka HC pun semakin tinggi. Udara yang pasokannya kurang dalam proses pembakaran menyebabkan gas yang keluar dari knalpot menjadi lebih tinggi.

2. Periksa Sistem Pendingin dan Pelumas Mesin

Kondisi kendaraan Anda harus berada dalam suhu yang stabil saat dilakukannya uji emisi, maka periksalah sistem pendingin dan pelumas mesin yang ada pada kendaraan. Gunakan oli yang baik untuk melumasi mesin kendaraan Anda.

Pasalnya, oli mempengaruhi kadar CO yang dihasilkan serta mengendalikan emisi gas buang. Knalpot kendaraan juga dapat Anda perhatikan sebab bagian ini memiliki tugas untuk mengubah emisi gas buang beracun menjadi udara yang bersih.

3. Hindari Modifikasi Kendaraan

Melakukan modifikasi kendaraan dapat membahayakan pengendaranya. Selain itu, kenyamanan dalam berkendara juga akan berkurang. Agar kendaraan lolos uji emisi, maka Anda harus mempertahankan kondisi kendaraan dalam keadaan standar seperti buatan pabrik.

4. Periksa Kondisi Busi dan Koil Kendaraan

Sebelum melakukan uji emisi, pastikan bahwa busi yang terdapat pada kendaraan Anda tidak dalam keadaan aus. Busi yang aus akan menghasilkan kadar CO yang tinggi. Biasanya busi diganti dalam periode waktu tertentu jika Anda rajin melakukan servis kendaraan.

Sebelum uji emisi, Anda juga perlu mengganti busi baru agar lolos uji emisi, Pastikan juga bahwa koil dalam keadaan baik. Hal ini pun dapat dilihat melalui api yang dihasilkan pada busi.

5. Lakukan Servis Secara Rutin

Servis kendaraan yang rutin dapat membantu Anda dalam memastikan mesin-mesin pada kendaraan Anda berada di kondisi yang baik mulai dari saluran masuk bahan bakar hingga saluran keluarnya atau knalpot.

Saat sedang melakukan servis kendaraan, Anda juga dapat berdiskusi dengan service advisor yang ada di bengkel mengenai kondisi kendaraan. Dengan begini, Anda dapat mengetahui kondisi kendaraan, baik atau tidak. Pastikan bahwa Anda juga membaca buku manual pemilik kendaraan agar mengetahui tentang merawat kendaraan.

6. Gunakan Bahan Bakar yang Sesuai

Bahan bakar yang sesuai dengan kendaraan Anda dapat membantu pembakaran di dalam mesin lebih baik dan sempurna, sehingga emisi yang dikeluarkan tidak membahayakan dan rendah kadar CO-nya. Selain menekan kadar CO, menggunakan bahan bakar yang tepat dapat menjaga efisiensi dalam berkendara, menjaga performa, dan mengirit bensin.

Menggunakan bahan bakar dari SPBU Pertamina dapat menjadi salah satu hal untuk menjaga mesin kendaraan Anda. Dengan kualitas bahan bakar yang tinggi, pembakaran di dalam mesin akan berlangsung dengan sempurna sehingga mesin pun akan terawat.

Itulah 6 tips agar kendaraan Anda lolos uji emisi. Selain lolos dari uji emisi, mulai dari menjaga kebersihan filter, menghindari modifikasi sampai menggunakan bahan bakar berkualitas. Jika Anda memiliki keraguan dalam mengaplikasikan tips di atas, jangan ragu untuk melakukan pengecekan dan perawatan di bengkel langganan Anda!

Dapatkan juga informasi lebih lengkap mengenai SPBU Pertamina dan ragam produk BBM-nya di website Pertamina Indonesia atau melalui aplikasi MyPertamina yang bisa didownload melalui smartphone Anda.

TOP UP

Top Up balance di akun MyPertamina anda melalui berbagai pilihan bank dengan cara:

 

1. Buka aplikasi MyPertamina

2. Pilih menu top-up

3. Klik tambah saldo

4. Isi jumlah saldo, masukkan pin, klik kirim

5. Dapatkan kode pembayaran, copy

6. Pilih bank dan ikuti instruksinya


Untuk keterangan lebih lanjut silahkan klik disini.

REDEEM POINTS

Poin yang telah terkumpul dapat ditukarkan dengan berbagai reward yang bisa anda dapatkan di aplikasi MyPertamina


Untuk keterangan lebih lanjut silahkan klik disini.

AKTIVASI

Aktivasi akun MyPertamina anda dengan cara yang sangat mudah:

 

1. Download aplikasi MyPertamina di Playstore / Appstore

2. Registrasi dan lengkapi data diri

3. Aktifkan LinkAja melalui aplikasi MyPertamina

4. Aplikasi MyPertamina siap digunakan


Untuk keterangan lebih lanjut silahkan klik disini.